archives

Keanekaragaman Hayati

This category contains 8 posts

Belum Muncul Harapan yang Baik Untuk Konservasi Gajah Sumatera

Perkiraan populasi gajah sumatera terus menurun. Bila pada 1985, diperkirakan berjumlah 2.800 – 4.800 individu, lalu pada 2007 diperkirakan berjumlah 2.400 – 2.800 individu, dan pada 2014 diperkirakan berjumlah 1.700 – 2.000 individu. Bila dilihat dari periode 1985 – 2007 dan 2007 – 2014, laju penurunan cukup signifikan. “Belum muncul harapan yang baik untuk masa … Continue reading

Harimau Sumatera di Bengkulu: Populasi, Perburuan dan Konflik

Indonesia memiliki sejarah kelam dengan harimau (Tilson and Nyhus, 2010). Dua dari tiga subspesies harimau Sunda Island di Indonesia telah dinyatakan punah. Harimau Bali dinyatakan punah pada 1930-an, dan harimau Jawa pada 1980-an (Seidensticker, 1987). Subspesies yang tersisa adalah harimau Sumatera. Namun, sudah berstatus nyaris punah. Populasi harimau sumatera di dunia diperkirakan 600 individu. Populasi … Continue reading

Konservasi In-Situ Rafflesia Perlu Diperluas ke Lahan Penduduk

Tidak semua habitat rafflesia ditemukan di kawasan taman nasional, cagar alam atau hutan lindung, tetapi juga ditemukan di lahan milik penduduk, baik dekat ataupun jauh dari pemukiman. Oleh karena itu, upaya konservasi in-situ atau habitat asli rafflesia perlu diperluas ke lahan milik penduduk. “Ada tiga ancaman kelestarian rafflesia di lahan milik penduduk. Lahan dikonversi menjadi … Continue reading

Meski Tidak Alami Gangguan Manusia, Rafflesia Tetap Sangat Rentan Punah

“Meskipun tidak mengalami gangguan akibat aktivitas manusia, populasi rafflesia akan cenderung turun atau sangat rentan mengalami kepunahan. Itu dikarenakan sedikit kuncup yang hidup dan menjadi bunga, dan sedikit bunga yang menjadi buah, serta sedikit biji yang berubah menjadi kuncup” – Agus Susatya   Rafflesia, puspa langka dan terbesar di dunia, merupakan puspa yang sangat rentan … Continue reading

Petani Kopi Bisa Ambil Untung Dari Perubahan Iklim

Perubahan iklim membawa tantangan serius bagi sektor perkebunan. Kenaikan temperatur bisa mengakibatkan kekurangan air, peningkatan hama dan penyakit, serta penurunan kuantitas dan kualitas produksi. Namun, dampak perubahan iklim di suatu daerah dengan daerah lain bervariasi. Termasuk terhadap sektor perkebunan kopi arabika. Namun, petani kopi arabika di regional Andes, Afrika Timur dan Indonesia berkemungkinan dapat mengambil … Continue reading

Mungkinkah Jaringan Bisnis Ilegal Gading Gajah di Kaur Dapat Diberantas?

Melingkupi 74.822 hektare atau 23 persen dari luas keseluruhan kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Kabupaten Kaur sudah cukup lama dikenal sebagai salah satu wilayah jaringan bisnis ilegal gading gajah di Pulau Sumatera. Bahkan, barang olahan gading gajah seperti tongkat komando dan pipa rokok dianggap sebagai souvenir khas Kabupaten Kaur. Hanya saja, selama ini … Continue reading

Pertanian Polikultur : Tradisional, Namun Luar Biasa

Sumberdaya hayati di Indonesia sangatlah kaya. Kendati wilayah darat Indonesia hanya 1,3 persen dari seluruh wilayah darat dunia, di dalamnya terkandung 10 persen dari spesies tanaman dunia, 12 persen dari spesies mamalia, 16 persen dari spesies reptil dan amfibi dan 17 persen dari spesies burung (Bappenas dalam Barber dkk, 1997). Bukan hanya sekadar kaya, bahkan … Continue reading

Pertumbuhan: Persoalan Bagi Kemajuan

Kemajuan bukanlah suatu istilah yang netral; kemajuan bergerak menuju tujuan yang khusus dan tujuan itu didefinisikan berkat adanya kemungkinan-kemungkinan dalam memperbaiki kondisi umat manusia (Marcuse, 2000). Beberapa waktu lalu, tidak hadirnya keinginan dari dalam diri kita untuk mempersoalkan ide pertumbuhan tak terbatas yang telah digunakan untuk merumuskan konsep kemajuan bukanlah suatu hal yang mengherankan. Mengingat … Continue reading

Follow me on Twitter