archives

dedek hendry

Seorang warga yang belajar menjadi jurnalis sejak tahun 2004, yang tercatat sebagai anggota The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) Bengkulu dan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (The Alliance of Independent Journalists) Bengkulu. Pernah menjadi Reporter dan Editor untuk Rakyat Bengkulu, Pemimpin Redaksi untuk Radar Bengkulu, Inisiator jurnalisme komik lingkungan hidup (Konteks) di Bengkulu dan jurnalisme warga (perempuan) Lentera Perempuan, dan kini menjadi kontributor (freelance journalist) untuk Mongabay Indonesia. Gunung Itu Bernama Jurnalisme. Puncaknya: Kebebasan dan Kebahagiaan.
dedek hendry has written 32 posts for AKTAKU

Belum Muncul Harapan yang Baik Untuk Konservasi Gajah Sumatera

Perkiraan populasi gajah sumatera terus menurun. Bila pada 1985, diperkirakan berjumlah 2.800 – 4.800 individu, lalu pada 2007 diperkirakan berjumlah 2.400 – 2.800 individu, dan pada 2014 diperkirakan berjumlah 1.700 – 2.000 individu. Bila dilihat dari periode 1985 – 2007 dan 2007 – 2014, laju penurunan cukup signifikan. “Belum muncul harapan yang baik untuk masa … Continue reading

Harimau Sumatera di Bengkulu: Populasi, Perburuan dan Konflik

Indonesia memiliki sejarah kelam dengan harimau (Tilson and Nyhus, 2010). Dua dari tiga subspesies harimau Sunda Island di Indonesia telah dinyatakan punah. Harimau Bali dinyatakan punah pada 1930-an, dan harimau Jawa pada 1980-an (Seidensticker, 1987). Subspesies yang tersisa adalah harimau Sumatera. Namun, sudah berstatus nyaris punah. Populasi harimau sumatera di dunia diperkirakan 600 individu. Populasi … Continue reading

Menyaksikan Ritual Adat Rejang “Kedurai Agung” di Bandar Agung

Saya sampaikan permintaan maaf dan permohonan agar para leluhur menjaga kesehatan dan keselamatan kami, serta meminta agar menjaga kebun dan ternak kami dari serangan berbagai hama dan penyakit — Cong Pin Pada 6 Desember 2007, saya berkesempatan menyaksikan ritual adat Rejang yang disebut Kedurai Agung yang dilakukan warga Desa Bandar Agung, Kabupaten Lebong (kini Desa … Continue reading

Mengunjungi Air Terjun Batu Betiang yang Eksotis di Situs Warisan Dunia

Sekitar pukul 14.30 WIB, Selasa (8/11/16), saya bersama dua rekan, Demon Fajri dan Aji Asmuni tiba di lokasi Air Terjun Batu Betiang di Desa Babakan Baru, Kecamatan Bermani Ulu Raya, Kabupaten Rejang Lebong.. Kunjungan kami ke air terjun yang eksotis di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, salah satu dari tiga taman nasional di Pulau Sumatera … Continue reading

Konservasi In-Situ Rafflesia Perlu Diperluas ke Lahan Penduduk

Tidak semua habitat rafflesia ditemukan di kawasan taman nasional, cagar alam atau hutan lindung, tetapi juga ditemukan di lahan milik penduduk, baik dekat ataupun jauh dari pemukiman. Oleh karena itu, upaya konservasi in-situ atau habitat asli rafflesia perlu diperluas ke lahan milik penduduk. “Ada tiga ancaman kelestarian rafflesia di lahan milik penduduk. Lahan dikonversi menjadi … Continue reading

Kebebasan Pers dan Pembangunan: Sebuah Masukan Untuk Penyusunan RPJMD

Memberikan masukan tentang kebebasan pers untuk penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) bukanlah hal yang lazim. Sehingga, patut untuk dimaklumi bila dianggap aneh oleh kalangan non-jurnalis. Bahkan, di dalam kalangan jurnalis saja, belum banyak yang menganggapnya penting untuk dilakukan. Kondisi ini pun diakui oleh Anggota Dewan Pers Indonesia, Yosep Stanley Adi Prasetyo. “Isu kebebasan … Continue reading

Meski Tidak Alami Gangguan Manusia, Rafflesia Tetap Sangat Rentan Punah

“Meskipun tidak mengalami gangguan akibat aktivitas manusia, populasi rafflesia akan cenderung turun atau sangat rentan mengalami kepunahan. Itu dikarenakan sedikit kuncup yang hidup dan menjadi bunga, dan sedikit bunga yang menjadi buah, serta sedikit biji yang berubah menjadi kuncup” – Agus Susatya   Rafflesia, puspa langka dan terbesar di dunia, merupakan puspa yang sangat rentan … Continue reading

Daya Tampung Maksimum Pulau Enggano 2.600 KK ?

Pulau Enggano merupakan salah satu pulau kecil terluar di Indonesia. Secara administrasi, Pulau Enggano yang merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, terbagi menjadi Desa Malakoni, Meok, Banjar Sari, Kaana, Apoho dan Kahyapu. Berdasarkan hasil studi yang dilakukan Pusat Penelitian Lingkungan Universitas Bengkulu, Pulau Enggano yang memiliki luas wilayah darat sekitar 40.060 hektar … Continue reading

Mengenal Pola Penguasaan dan Pengelolaan Hutan MHA Rejang

Kesatuan Masyarakat Hukum Adat (MHA) Rejang mengalami lima tahapan perkembangan dari bersifat genealogis hingga teritorial, yakni meramu (genealogis), petulai (genealogis), kutei (genealogis), kuteui (teritorial), dan marga (teritorial). Pada masa meramu, masyarakat Rejang hidup mengembara dalam kelompok yang kecil. Mereka menggantungkan kehidupan dari hasil hutan dan sungai. Setelah mengenal teknik bercocok tanam, mereka mulai menetap dan … Continue reading

Upaya Memperoleh Pengakuan Hak Masyarakat Hukum Adat Rejang di Kawasan TNKS

Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dengan luas 1.389.510 hektare yang membentang di Provinsi Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan dan Sumatera Barat merupakan taman nasional terluas kedua di Indonesia. Taman nasional ini ditetapkan sebagai Taman Nasional Warisan Asean pada 2003, dan bersama Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) ditetapkan sebagai Warisan … Continue reading

Follow me on Twitter