you're reading...
Masyarakat Lokal/Hukum Adat

Sudah 165.000 Jiwa Meninggal Akibat Asap Dari Kegiatan Memasak

Kegiatan memasak dengan kayu bakar yang menggunakan tungku tradisional yang lazim dilakukan masyarakat ternyata membahayakan. Apalagi kegiatan memasak dilakukan dengan kondisi dapur yang dipenuhi asap dari proses pembakaran kayu bisa mengakibatkan gangguan kesehatan yang berujung pada kematian.

Data yang dimiliki Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Rida Mulyana menyebutkan sudah 165.000 jiwa mengalami kematian dini akibat menghirup asap beracun dari kegiatan memasak di dapur. Oleh karena itu, Ditjen EBTKE Kementerian ESDM meluncurkan program kompor tungku sehat.

Ilustrasi: Perempuan di Kabupaten Lebong pulang membawa kayu bakar. Foto: Nurkholis Sastro.

Ilustrasi: Perempuan di Kabupaten Lebong pulang membawa kayu bakar. Foto: Nurkholis Sastro.

Program tersebut secara bertahap akan disasarkan kepada 24,5 juta keluarga atau 40 persen rumah tangga di Indonesia yang masih menggunakan tungku tradisional. Untuk tahap awal, program tersebut baru akan menyasar pada 10.000-20.000 keluarga. “Jadi pekerjaan rumah kita masih banyak,” ujar Rida dilansir laman ebtke.esdm.

Lebih Berbahaya Dari Rokok

Direktur Kesehatan Global dan Program Lingkungan Kesehatan Masyarakat, University of California, Berkeley, Amerika Serikat, Kirk R. Smith mengungkapkan, bahaya asap dari pembakaran kayu sama dengan rokok. Bahkan, lebih berbahaya dari rokok karena jumlah asap yang dihasilkan lebih besar.

“Senyawa rokok dan asap rumah tangga ini hampir sama. Asap dari rumah tangga sama ibaratnya dengan membakar seribu rokok di dapur mereka tiap jamnya,” kata Smith dikutip National Geographic Indonesia.

Smith menambahkan asap pembakaran dari kayu bisa menyebabkan kanker paru-paru, kebutaan, jantung, bahkan pengaruh kognitif pada anak. Anak disebut juga menjadi korban karena biasanya mereka diajak oleh si ibu ketika memasak.

Merusak DNA

Sebuah penelitian yang dilakukan ilmuwan Denmark Profesor Steffen Loft menunjukkan partikel-partikel kecil di dalam asap kayu bakar dapat menjadi pembunuh senyap karena ukurannya yang kecil dan terhirup ke dalam paru-paru. Partikel serupa juga dikeluarkan asap knalpot kendaraan bermotor dan pembangkit listrik batubara yang dapat menyebabkan jantung, asma, kanker, bronkitis, dan masalah kesehatan lainnya.

Partikel itu merusak DNA manusia. Bahkan, Profesor Loft juga menemukan partikel asap kayu bakar di daerah pedesaan dapat mencemari tanaman di sekitarnya. Jika tanaman tercemar itu sampai dimakan manusia maka akan menyebabkan kerusakan DNA pada sel-sel hati.

“Masih ada langkah perbaikan dengan memotong tingkat emisi pada kompor kayu bakar, tetapi paling penting adalah bagaimana cara kita menggunakannya,” ujar Loft dikutip Antaranews.com. Dengan memotong kayu kering kecil-kecil dan memastikan sirkulasi udara yang baik untuk pembakaran, kata Loft, emisi partikel berbahaya dapat dikurangi. (**)

Advertisements

About dedek hendry

Gunung Itu Bernama Jurnalisme. Puncaknya: Kebebasan dan Kebahagiaan.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: